Jumat, 13 September 2019

Wajib Tahu, Inilah Kriteria Risiko yang Bisa Ditanggung Oleh Asuransi

September 13, 2019 // by mirajudin // , , // No comments


Asuransi memang merupakan salah satu opsi terbaik yang bisa Anda pilih jika Anda ingin merasa tenang dengan potensi risiko merugikan yang bisa terjadi kapan saja. Hal ini sesuai dengan makna kata asuransi itu sendiri, dimana dalam bahasa Inggris disebut sebagai Insurance yang artinya adalah perlindungan atau jaminan. 

Dalam perannya, asuransi ini akan membantu mengurangi kerugian yang ditimbulkan akibat suatu risiko. Namun, sebelum Anda mulai memilih asuransi terbaik di Indonesia, Anda harus tahu dulu bahwa tidak semua risio bisa diasuransikan. Ada beberapa kriteria tertentu yang harus dipenuhi terlebih dahulu, dan kriteria tersebut akan dijelaskan di bawah ini. 

Kriteria Risiko yang Bisa Ditanggung Asuransi

1. Risiko Mengandung Kerugian bagi Pihak Tertanggung

Kriteria yang pertama ialah risiko itu harus mengandung kerugian bagi pihak tertanggung. Jadi, jika Anda mendaftar sebagai peserta asuransi, maka risiko yang dimaksud harus mengenai diri Anda sendiri, bukan orang lain. Apabila ternyata orang lain yang merasakan kerugian tersebut, tentu perusahaan asuransi tidak akan bisa mengalihkan risikonya. 

Ambil contoh, Anda berniat mengasuransikan properti milik teman. Pihak perusahaan asuransi tentu tidak akan menerimanya karena apabila terjadi kerusakan pada properti tersebut, bukan Anda yang akan mengalami kerugian, tetapi teman Anda.

2. Bisa Dibuktikan

Sebelum perusahaan asuransi mengeluarkan ganti rugi, tentu mereka akan menuntut bukti yang sah dari Anda terutama terkait dengan kerugian yang telah Anda alami. Misalnya, Anda baru saja kehilangan mobil yang sudah diasuransikan. Agar bisa mengajukan klaim, maka Anda harus memiliki surat keterangan polisi untuk itu.

3. Risiko yang Terjadi Harus Kebetulan dan Bukannya Disengaja

Pastinya pihak perusahaan asuransi tidak akan mau bertanggung jawab menanggung risiko yang terjadi karena unsur kesengajaan. Misalnya saja, ada orang yang berusaha membunuh dirinya sendiri. Tindakan ini jelas disengaja dan tidak ada nilai pertanggungan bagi orang tersebut sekalipun dia masuk ke rumah sakit. 

Selain ketiga kriteria di atas, tentu masih ada kriteria yang lainnya seperti bisa diukur menggunakan uang, termasuk risiko murni dan khusus serta dalam jumlah yang besar. Kriteria-kriteria ini harus Anda perhatikan dengan betul sekalipun Anda mendaftar dalam asuransi perlindungan jiwa syariah. Semoga bermanfaat. 

0 komentar:

Posting Komentar