Kamis, 17 Oktober 2019

Kamasutra Dan Makna Bercinta

Oktober 17, 2019 // by mirajudin // , , // No comments


Beberapa dari Anda mungkin sudah tidak aneh dengan kata Kamasutra. sebuah buku yang sebenarnya bukan sekedar manual bercinta, namun juga berisi kebijaknaan dari kitab hindu, Veda. Kuil0kuil di khajuraho, suatu desa di india bagian Madhya Pradesh, tersohor dengan pahatan-pahatan patungnya yang bermuatan eksotis. Begitu pula relief di candi hindu dari Abad ke-10, Mukstesvara Deula di Orissa, India. Indonesia juga mempunyai Candi sukuh di jawa tengan, juga dari masa Hindu. Seni pahat ini mempunyai lasan tertentu. Filosofinya, alamiah dan juga lazim bagi seseorang utnuk menjalani kehidupan penuh kama atau gairah cinta. Tapi dia akan jadi objek yang terkekeang bila tak dapat mengendalikan nafsu-nafsunua. Mengutip apa yang diutarakan Vatsyayana dalam Kamasutra: “dapat dilihat bahwa mereka yang terlalu menyerahkan diri pada kehidupan seksual yang berlebih-lebih, sesungguhnya mereka memusnahakan diri mereka sendiri.

Peleburan Antara Seks Dan Mistik 

Kamasutra dipandang umat Hindu sebagai kitab penting untuk memandu kehidupan etis manusia. Teks ini mendeskripsikan dengan indah proses keintiman sepasang manusia. Mengapa Kamasutra disanjung sebagai pedoman dalam mencapai kebahagiaan? “garis besar keyakinana dari agama Hindu adalah cinta”, tandas Saraswati “Hinduisme meyakini bahwa proses keintiman mencitrakan eksistensi manusia yang tinggi”. 

Pada bagian ke dua Kamasutra merupakan bagian filosofis. Pada bagian ini Vatsyayana mengutip Veda, yaitu dalam hubungannya dnegan Catur Purusarthas atau Empat Tujuan Hidup, Pandangan hidup umat Hindu yang menidealkan tahapan hidup yang seimbang. Catur Purusarthas terdiri dari dharma, atau kebaikan yaitu artha atau kesejahteraan material, kama atau cinta dan kepuasan indrawi, dan moksha. Atau pembahasan diri menuju tuhan. Vatsyayana menulis. “dharma lebih baik dari artha, ednagkan artha lebih baik dari koma. “vatsyayana menekankan bahwa kebaikan dan kebijaksanaan adalah pencapaian tertinggi bila dibandingkan kekayaan dan cinta. 

Lalu pakah subtansi aktivitas Kama, bila tujuan utama dari manusia adalah dharma? Vatsyayana berargumentasi, dalam realitasnya manusia diberikan kemampuan dan keistimewaan untuk merasakan dan mengkontemplasikan kenikmatan. “seksualitas adalah esensial dalam keberlangsungan hidup manusia” kata Vatsyayana.

Kegilaan Seksual Yang Tersembunyi 

Vatsyayana sendiri menggarisbawahi bahwa segala kepuasan itu merupakan tahap dalam kehidupan seseorang. Kama sendiribukanlah tahap final. Pemahaman ini lahir dikarenakan konsep Dukkha, bahwa segala kenikmatan dapat menyebabkan kesengsaraan. Kesadaran bahwa kenikmatan itu sementara dan semata-mata satu babak singkat dalam kehidupan manusia akan mencerahkan dan mendorong manusia mencari kebijaksanaan yang lebih tinggi. Kamasutra Vatsyayana terkenal di dunia karena menggabungkan aturan-aturan relasi intim antara perempuan dan laki-laki dengan bahasa Sansakerta uang sederhana, Berbeda di zamannya ketika aporisme teks-teks sarat akan metafora dan analogi, Vatsayayana menginginkan karyanya jelas dan mampu dicerna siapapun, Kamasutra diduga dikomplikasikan pada abad ke-2 M. Teks ini terdiri dari 1.250 penggalan aporisme, dibagi menjadi 7 bagian besar dan 7 bab tersebut terdiri atas 36 sub-bab. 

Dalam sejarah Barat. Teks Kamasutra baru dikenal pada 1883. Seorang penjelajah dan penulis Sir Richard Francis Burton (1821-1890) tertarik dengan karya-karya bermuatan seksualitas. “burton merupakan orang pertama yang menerjemahkan Kamasutra kedalam Bahasa inggris”

Kecenderungan orang yang tidak sungguh-sungguh memahami teks Kamasutra akan mengkasifikasikan buku ini sebagai teks pornografi. Hal ini melekat pada ebudayaan populer pun lebih kerap mengeksploitasi bagian-bagian dari Kamasutra yang menjelaskan tahap-tahap erotis dari hubungan seksual dibandingkan dengan kebijaksanaan catur purusarthas.

0 komentar:

Posting Komentar