Jumat, 22 November 2019

Risiko Yang Bisa Menimpa Bisnis Ritel

November 22, 2019 // by mirajudin // , , , // No comments


Bisnis ritel lazimnya melibatkan banyak transaksi barang atau jasa. Pengelolaan bisnis ritel baik skala kecil maupun besar akan membutuhkan persiapan seperti sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, terampil, serta manajerial yang modern. Ini bertujuan agar bisnis dapat berkembang dan mampu bersaing di pasar. Bahkan saat ini bisnis ritel mulai beralih ke toko oline. Data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyebutkan bahwa pada tahun 2019 ini hampir 95% anggota atau 40.000 toko fisik yang tergabung dalam Aprindo telah bertransformasi ke sistem dalam jaringan (daring). 

Masuknya ritel offline ke sistem online disebabkan karena tingginya permintaan konsumen. Konsumen saat ini menginginkan cara belanja yang praktis dengan sistem pembayaran online. Pengusaha ritel tentu harus mengikuti tren untuk mendongkrak pertumbuhan target omzet ritel. Meski demikian baik offline maupun online, bisnis ritel memiliki risiko dan menjadi satu hal yang tidak dapat dihindari.

Risiko tersebut dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya penyimpangan hasil usaha yang tidak diharapkan. Dampaknya mulai dari terganggunya operasional hingga kebangkrutan akibat kerugian finansial.

Kemungkinan risiko yang dapat menimpa bisnis ritel adalah sebagai berikut:

Risiko Murni 

Risiko ini mampu membuat perusahaan mengalami kerugian. Beberapa hal yang masuk dalam kategori risiko ini adalah terjadinya kebakaran dan bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan sebagainya. Untuk menghindari risiko ini, maka perusahaan dapat menggunakan asuransi. Dengan adanya asuransi maka kerugian dapat diminimalkan.

Risiko Gugatan

Risiko ini muncul apabila pengadilan memutusakan sebuah perusahaan sebagai pihak tertanggung harus membayar ganti rugi terhadap pihak lain. Risiko ini lebih kompleks karena melibatkan banyak pihak seperti pihak yang menuntut, pihak yang dituntut, dan perusahaan asuransi.

Risiko Pasar

Risiko ini terjadi akibat adanya persaingan usaha, perubahan pola persaingan usaha, serta gaya hidup pelanggan. Selain itu, risiko pasar juga dapat muncul akibat dari harga pasar yang bergerak ke arah yang merugikan.

Risiko Operasional

Risiko ini berdampak pada operasi perusahaan yang diakibatkan karena tindakan manusia. Beberapa hal yang masuk dalam risiko ini adalah karena adanya ketidakjujuran, prosedur operasional yang tidak tepat, dan kegagalan manajemen.

Risiko Reputasi

Risiko ini terjadi karena adanya opini negatif public terhadap perusahaan. Dampak dari risiko ini seperti jumlah konsumen menurun sehingga mempengaruhi pendapatan. Perlu dipahami bahwa persepesi publik tentang pasar menjadi salah satu penyebab yang cukup signifikan dalam risiko reputasi.

Risiko Cyber

Risiko ini dapat menyebabkan kerugian finansial, yakni berupa pencurian data, kekacauan, atau pencemaran nama baik yang diakibatkan kegagalan sistem teknologi informasi dan komunikasi internal. 

Mengetahui risiko dalam bisnis retail di atas tentu perusahaan harus menerapkan manajemen risiko bisnis yang baik dan profesional. Manajemen risiko dapat mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman yang merugikan perusahaan, termasuk penilaian risiko, pengembangan strategi dan mitigasi risiko. Satu hal yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan jasa broker profesional. Broker asuransi dapat membantu perusahaan dalam memilih jenis perlindungan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Selain itu, broker juga menjalankan negosiasi klaim atas nama tertanggung pada perusahaan asuransi. 

0 komentar:

Posting Komentar